kamar mayat

Aku masih ingat betapa aku sangat mempesona ketika berada di banku sekolah menengah atas, tapi entah kenapa smua kebangganku mulai hilang ketika aku sekarang berada di sini, sendiri.

Tapi apa yang ku dapati sekarang jauhlah dari apa yang ku harapkan. Seperti ketika aku pernah datang pada beberapa teman lama`ku dan mereka menolak keberadaan`ku yang aku sendiri tak tahu apa sebab mereka menjauh. Entah mereka mengaggapku terlalu rendah hingga tak pantas lagi dengan status sosial mereka, atau mereka takut aku membuka sebuah rahasia lama, atau hanya tidak ingin mengenalku lagi, atau lebih banyak atau-atau yang lain, pun aku tetap tidak ingin banyak ambil pusing.

Jika mereka menganggap kehidupanku adalah masalah ku sendiri, maka aku akan menjadikannya seperti itu. Karena memang, aku pernah menjadi manusia bau dengan beberapa penyakit sosial yang tentu masih teringat betul dalam benak teman lama`ku. Tapi tentu saja, pembelajaranku hingga pada tahap sekarang ini, akan membuatku berfikir untuk tidak lagi membutuhkan mereka. Untuk apa....??

Untuk apa karna aku memang tidak lagi memerlukan orang lain, pun aku akan menjadi seperti itu dalam tiga atau empat minggu terakhir ini. Membusuk dalam kamarku sembari mengasihani diri sembari menghitung kegagalan dalam hidup ku yang, aku yakin`ni, tak pernah sekalipun manusia berujud teman itu pernah membantuku.

Terlebih dalam waktu terakhir aku hanya menghabiskan waktu di dalam kamar, mengutak atik otak sembari berenang dalam hayal, menjadi autis. Yang kemudian aku dianggap memiliki gangguan kejiwaan pun oleh keluargaku sendiri. Maka aku tak membutuhkan orang lain, teman, keluarga, juga kamu.

Aku meyakini hidupku dapat ku tentukan sendiri, hanya saja...,, aku hanya butuh waktu.

Sembari berdoa tuhan tak mengambil jiwaku ketika paru²ku semakin kempes oleh hisapan asap, atau dokter jantung`ku tak menghakimi waktu yang tersisa untuk ku. Atau aku akan benar² gila oleh skema kesahatan memuakkan itu.

Maka aku memilih di sini, menjadi gadis manis pendiam di dalam kamar ku sambil memberi garis pembatas di mana tak ada satu pun manusia dapat menjangkau dunia kecilku. Karna aku hanya butuh hak untuk di temani rokok dan komputer jinjing`ku lagi. Tidak lagi bersama manusia-manusia memuakkan itu.

sin fallen

Lima jam sebelumnya..,,

"Entah bagaimana saya harus menjelaskan kepada anda", suara dokter semakin pelan. Kemudian mengajak orang tuaku keluar ruangan. Meninggalakan saudara perempuanku di salah satu bangsal rumah sakit setelahnya selesai menjalani oprasi.

"Kalau menurut pemeriksaan kami, jantungnya tak akan bertahan lama. Sebaiknya kita memberi yang terbaik dalam hari² terakhirnya." ucap wanita dengan baju putih itu meyakinkan ayahku.

-end


Soerabaya, awal maret 2010.
ngelu ndasku, asal ngetik wes...,,
elro seven
elro seven

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

1 comment:

Web blog ini menerima semua comment, critic, caci maki, umpatan, bahkan penghina`an.
Karena kebebasan berpendapat juga telah di atur dalam undang-undang.