17an?


Rasanya kok di mana² lagi mbicarain topik 17an, yak?

Kadang saya bertanya pada diri sendiri, apa yg telah saya perbuat untuk negara ini? Keknya doa orang tua supaya anaknya berguna bagi bangsa dan negara juga agama dan yang lain²nya itu ga terkabul. Saya ini berguna untuk apa?

Merasa berdosa akhirnya ngga nemu jawaban apa yg telah saya beri untuk negara. Demo nuntut diturunkannya harga minyak juga engga, even nulis somethin kek cak arul di tulisan ini juga engga. Berprestasi di kejuaraan yg mengharumkan nama bangsa apalagi. Paling banter cuman jadi peserta karnaval 17an waktu klas 4 SD dulu.

Kemudian apa?

Kemaren juga dah nyiapin tulisan untuk mengoreksi kebijakan pemerintah yg aneh² itu? Tapi buat apa? Toh mereka ga bakalan baca juga, dan akhirnya cuman kesimpen di draft. Trus apa? Ikutan ganti headshot jadi merah putih ato masang banner di blog biar ngasih gambaran semangat kemerdakaan?

Wheits? Bener gitu kita sudah merdeka? ah masak iya. Kalo emang bener kita medeka dalam arti sebenarnya, kenapa masih banyak penjajahan di negeri ini. Keknya ga perlu contoh dech, ntar malah pandangan terlalu sempit karna penjajahan hanya di lihat dari contoh² yg saya utarakan.

Tapi anehnya, saya masih bangga dengan Indonesia. Dengan semua kemerosotan yg terjadi ini. Dimana intimidasi dan pembodohan di lakukan besar²an oleh mereka yg merasa pinter dan akhirnya minteri orang laen. Dimana tak ada lagi bahasa kebebasan dalam dunia nyata Indonesia.

Hingga akhirnya dunia maya memberi toleransi mereka dengan pemikiran bebas mampu bersuara. Satu yg kemudian saya terus pahami tentang orang yg melampiaskan semua lewat tulisan dimana mereka menjadi tuhan atas dunia mereka sendiri, menjadi presiden atas segala keputusan dan ucapan, tapi bukan rakyat yg dapat mengoreksi sebuah penyampaian.

Eh, kok jadi melenceng gini? Ah sudahlah.... Keknya hanya ucapan terima kasih dan doa bagi para pejuang yg hanya mampu saya sampaikan dengan hati. Serta permohonan maaf karna saya masih belum mampu meneruskan cita-cita mereka.

5 menit untuk mengheningkan cipta. mulai...

Rosid Ridho
Rosid Ridho

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

2 comments:

  1. masing2 punya ekspresi dalam merayakan kemerdekaan...
    http://asruldinazis.wordpress.com/2008/08/17/ekspresi-kemerdekaan/

    ReplyDelete
  2. ekspresi? mmm... mungkin mengheningkan cipta cukup untuk saya.... hahaaa...

    thanks cak...

    ReplyDelete

Web blog ini menerima semua comment, critic, caci maki, umpatan, bahkan penghina`an.
Karena kebebasan berpendapat juga telah di atur dalam undang-undang.