Love Story

Untuk kalian yang tersayang
By: r1d0_ajaBy: r1d0_aja


Aku tahu ini tak seperti yang kalian inginkan
membangun hubungan diatas kebohongan
merajut angan diantara dua pilihan

Pada awalnya aku juga tak berharap mendapatkan
hanya merajut sampan lalu mengalir
hingga akhir ini berakhir

Semoga kalian mendapat kehidupan yang lebih baik
dan aku selalu berdo'a untuk itu
meski tangis dalam kenanganku
Thursday, November 1, 2007 at 9:24 pm




priel, eL
Aku telah menyayangi kalian di tiga tahun terakhirku. Masih ingat bagaimana kita bertemu, priel? aku tak mau memberikan tanganku untuk kau jabat. Ato saat pertama aku menggodamu di study club, eL? kita begitu lugu waktu itu.Tiga tahun yang lalu... Aku begitu mencintai kalian waktu itu, pun sampai sekarang. Dan sampai kapanpun.

Aku tahu kalian tak percaya, bahkan menggapku pembual... Aku tau orang berfikir apa? aku jahat terhadap kalian. Terutama kamu, priel. Yang dah nemenin aku tiga tahun ini. dan biarkan mereka tetap beranggapan seperti itu. Karna mereka tak tahu, kenapa ini menjadi pilihanku.

Aku juga telah mencumbu cinta dalam kebohongan, bersama kalian. Aku hanya tersiksa dengan semuanya, serta dengan akhir yang begitu menyayatku ini. Melihat priel yang ku cinta harus berlinang air mata, dan eL yang ku sayang harus pergi tanpa sempat ku peluk erat.

Entah kalian akan mengangapku playboy ato pemakan wanita. Karna aku memang layak mendapatkan julukannya. Semua yang ku awali dan ku harap berakhir memang harus berakhir.

priel, eL
Semua telah seperti yang kuharap. Berakhir sendiri tanpa harus menyakiti lagi.

Maafkan aku jika harus menyakiti,
dan terima kasih untuk pemberian kenangan yg tak mungkin terganti
Friday, November 02, 2007 at 1:19 am




On 11/2/07, Muhammad Rosid Ridho <r1d0******@gmail.com> wrote:
Hari ini mungkin hari keduaku mengakhiri hubungan dengan kalian. Aku tak bisa lagi menyentuh atu-pun mendengar. Aku mungkin tak berada di hati kalian lagi, dan aku memang pantas mendapatkan itu. Tapi kenangan takkan bisa hilang.

priel,
Bagaimanapun, tiga tahun bersama adek adalah yang terindah dalam hidup mas. Meski Mas harus terbalut ludah kebohongan dalam 6 bulan terakhir yang terasa menyakitkan. Untuk mas, pun lebih untuk adek. Adek yang slalu memanjakan dengan sangat, Mas takkan pernah lupa akan hal itu. Dan Mas takkan pernah memaafkan diri mas sendiri jika Adek tak bahagia, dan Adek harus bahagia...!!! Maaf jika lingkar jemari Adek tak ada cincin yang Mas pasangkan, tak ada sholat berjamaah ato tangan yang Mas genggam lagi seperti waktu kita pulang dari kantor pak wid 2 tahun yang lalu. Maafkan Mas, ini mungkin pilihannnya Mas agar Adek bahagia untuk kehidupan yang lebih baik.

Andien bilang jangan pernah menyakiti lagi, dan ini mungkin tulisan terakhir Mas untuk Adek. Terima kasih untuk cerita manis kita.

eL,
Selalu rindu panggilan itu? Aku lebih merindu saat-saat kita bersama. 3 tahun menjadi misteri untukku dan 6 bulan terakhir kau telah mewujudkan mimpi itu. Meski aku takkan bisa mewujudkan mimpi kita, "biarkan anak2 kita yah. kasihan tuh, pada tidur pulas. bunda wudhu dulu ya?" aku slalu ingat kata2 itu, bun. Yang perlu kau tahu, eL. Aku tak menggunakanmu sebagai alat, agar aku dan apriel putus. Karna aku tak mau kau menjadi apriel-Q yang kedua, menunggu sayang-mu ini terlalu lama untuk mewujudkan mimpi. Karna aku benar2 menyayangimu. Sungguh...

Aku tahu kalian takkan bisa memaafkanku. Tapi jangan salahkan elly, priel. Dia tak tahu kalau kita masih menjalin hubungan. Karna hanya aku yang bersalah. Lelaki tolol, bodoh, yang tak mampu memilih hati yang harus kugenggam dengan hati. Maafkan aku...


--
Yang akan menyayangi kalian selamanya.



r1d0.aja


Friday, November 02, 2007 at 8:23 pm
Biarkan ini terus menjadi deritaku,
bukan untuk kalian yang ku sayang

Rosid Ridho
Rosid Ridho

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

No comments:

Post a Comment

Web blog ini menerima semua comment, critic, caci maki, umpatan, bahkan penghina`an.
Karena kebebasan berpendapat juga telah di atur dalam undang-undang.