autism

Ketika aku melihat engkau yang sedang berjalan dengan senangnya, menikmati pemandangan yang hanya engkau mengerti sendiri keindahannya. Aku takjub pada penciptaan tuhan yang sebegitu sederhana, ia menjadikan hidup mu itu terlalu mudah untuk dimengerti semantara sebagian manusia lainnya menganggap kekurangan mental pada dirimu terlalu rumit untuk dipelajari. Sementara berbagai teori dan pendapat telah muncul terkait dengan perilaku mu, engkau sepertinya tidak perduli ketika beberapa temanmu harus duduk berbarengan di ruang diskusi. Mengajakmu untuk berbikir dan memperbaiki mental, katanya.

Apakah engkau harus tahu mental yang benar seperti apa?

Atau engkau hanya butuh beberapa bulir tetes hujan yang sedang bermain ditelapak tanganmu itu?

Sebenarnya, aku iri denganmu karena engkau telah memiliki duniamu sendiri. Tidak ada baik dan buruk yang tersusun atas kesepakatan norma atau pemujaan pada tuhan mu. Apakah engkau juga mengenal tuhan?

Ah, sebenarnya aku ingin bertanya banyak padamu. Tapi langkah kecilmu terlalu cepat mengejar kupu-kupu yang sedang bermain ditaman surga mu itu. Aku harap engkau datang lagi esok hari, memberiku senyum terindah yang pernah kurasakan tanpa harus menanggung beban.

Comments

Post a Comment

Web blog ini menerima semua comment, critic, caci maki, umpatan, bahkan penghina`an.
Karena kebebasan berpendapat juga telah di atur dalam undang-undang.