junker

lagi...??

Setelah dulu pernah menuntut interaksi blogger yang ngga mau balesin comment di rumahnya sendiri, sekarang pengen ngebahas soal comments yang terkadang mlengse atau melenceng dari topic postingan.

Ngga tau kenapa aku masih nge`bawa sikap yang dulu pernah aku terapkan di Multiply, yang lebih leluasa untuk berbalas comment hingga melahirkan banyak junker di sana. Satu dua kata saja biasa aku coretkan di sana, sekedar buang sampah`pun sudah terbiasa, rasanya.

Indikasi kebiasaan menjadi junker ini sbenarnya sudah bermula ketika dulu aktif di forum, temen² di forum juga sudah terbiasa dengan penyakit yang satu ini. Hingga akhirnya mengenal multiply dan semakin menjadi. Tapi pengalaman dari kedua web tersebut juga belum pernah memberikan cukup pengertian tentang arti katanya. Ini di karenakan kata Junker itu sendiri juga belum pernah di definisi`kan oleh para pelaku`nya.

Tapi kalau boleh memberi pandangan seperti yang pernah aku hubungkan dengan kata 'adjunct' bukan dari kata asli junker itu sendiri, yang berfungsi sebagai pelengkap dari sebuah kalimat, maka kehadiran junkers di sini tak terlalu berguna meski di hapus dari daftar comment sebuah postingan. Tapi cukup bermanfaat untuk memperindah sebuah postingan. Untuk penjelasan rinci`nya bisa di aplikasikan seperti pada kalimat di bawah ini;

Roy membuka gambar bokep di laptopnya tadi malam.
Subject Predicator Object Adjuct Adjuct

Yang ingin saya jelaskan adalah, bahwa kalimat inti 'Roy membuka gambar bokep' sebenarnya sudah mempunyai arti yang jelas tanpa di dukung frase 'di laptopnya tadi malam'. Tapi keberadaan dua frase tersebut di perlukan untuk memperjelas atau memperindah kalimat inti. Jadi, keberadaan Adjuct [atau Junkers] menjadi hak mutlak penulisnya untuk tetap dipertahankan atau di hapus dari kalimat inti [postingan].


Junker as not as Spammer
Aku membedakan Junker dengan Spammer yang memunyai indikasi, maksud dan tujuan yang berbeda meski terkadang terlihat sama. Junker yang aku maksud di sini adalah netter yang suka berkomentar asal tapi masih berhubungan dengan tema postingan. Bukan seperti ulah spammer kebanyakan.

Junker lebih bertujuan ingin mempererat hubungan dengan netter yang lainnya ketika menuliskan sebuah commentar. Berbeda dengan spammer yang memang berniat mempromosikan personal web`nya agar mendapat kunjungan balik untuk menaikkan traffic pengunjung yang signifikan.

Contoh misalnya;
Junker ; wach, postingannya keren. Tapi saya bukan junker!!!
Spammer; tulisannya keren, sob! lihat tulisanku juga dunk..??!

Atau ada yang lebih extreme dengan memberi link di antara komentar`nya untuk menuju web mereka. Tapi itu semua di kembalikan kepada si empunya blog untuk menerima atau menghapus comment yang di rasa tidak berhubungan dengan isi postingan.

Maka sudah menjadi hal yang lumrah ketika blog tidak menampilkan semua comment secara langsung tapi masih harus di moderasi terlebih dahulu. Dan sebagai junkers`pun harusnya hal tersebut tidak menjadi sebuah masalah karena comment mereka tentunya telah 'tersampaikan' kepada si pemilik blog. Karena bagaimanapun, interaksi yang sehat diantara blogger lebih utama daripada hanya sekedar mengejar traffic.

Dan tulisan ini, juga aku tujukan kepada mereka yang mungkin kurang berkenan ketika aku menuliskan comment yang mlengse dari isi postingan. Mohon maaf yang sebesarnya jika commentku tersebut mengganggu keindahan postingan teman² blogger. Itu semua aku lakukan karena ingin menjalin hubungan yang lebih baik.

Terima Kasih,


n.b.
Tulisan di atas murni dari isi otak kepalaku sendiri, tidak mewakili Junkers yang munkin mempunyai maksud yang berbeda. Maka, jika ada hal yang kurang berkenan atau bahkan salah atas devinisi yang aku buat, silahkan membuat opini sendiri yang mewakili opini diri anda.

elro seven
elro seven

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

5 comments:

  1. menulis komentar sesuai artikel dan topik juga menghargai kerja keras penulisnya mas bro, setelah semalaman mikir dan seharian ketik sana sini utk artikel, setelah jadi kemudian komentar kita: Nice Info gan!..yah...tak apa2, cuman kesannya ga menghargai aja...istilahnya buka lapak sendiri utk kepentingan pribadi..kasihan bukan? tapi ya itu adalah gaya, bisa di ubah pelan2...cari kawan juga lebih baik jika tak sekedar kentut di kolom komentar...sapaan hangat juga baik. banyak kok contoh spt itu, misal Ferdinand Dj Site dan Rizky...mereka ramah tapi tak sekedar buang gas..hehehehehe....

    ReplyDelete
  2. ini yang sekarang jadi hal yang sulit. waktu mepet unuk ngeblog kadang tak cukup untuk banyak bw. apalagi kalo posting saja sudah bertitel mobile post yang artinya memaksakan posting di jalanan.
    temen temen blogger juga kadang kejam ke sesamanya. pengen blognya dikunjungi orang tapi pakai template yang hajindul tenan, ga mikir kita yang cuma bisa buka dari hape sampe empot empotan. udah gitu dikasih verifikasi lagi buat komennya. hehehe blogger biadab...

    ReplyDelete
  3. hahaha saya juga sering bermasalah dengan komentar tapi alhamdulillah ga ada spamer. cuma ada beberapa komentar yang saya masukin spam kalo saya rasa itu menjatuhkan. makanya saya make kotak moderasi karena saya butuh tau siapa aja yang komentar ke saya. gimanapun juga kita harus bisa ngejaga diri kita sendiri sih. junker ga masalah, walau komen dikit asal nyambung ya fine aja asal jangan kasih komen menggelitik yang bikin emosi orang naik ;) saya tipikal menjaga hati soalnya, sebisa mungkin ga mau menyakiti dan disakiti itu aja sih. karena komentar sekarang kebanyakan juga isinya sampahan doang dari orang-orang yang berniat menjatuhkan ;) semangat aja deh selama yakin dengan keputusanmu.

    ReplyDelete
  4. nice posting sob...

    (yah komen yg kayak gini emang bikin bertanya2...apalagi yg dianya kopas komentar begitu disemua blog wahwahwah)

    ReplyDelete

Web blog ini menerima semua comment, critic, caci maki, umpatan, bahkan penghina`an.
Karena kebebasan berpendapat juga telah di atur dalam undang-undang.