Hujan dan Kualitas Udara

Ada yang menarik ketika selesai membaca berita dikoran, sore ini. Ternyata, curah hujan yang turun di Surabaya akhir² ini memberi dampak positif terhadap kualitas udara yang baik untuk manusia. Berdasar pada penjelesan Kepala Unit Pelayanan Teknis Badan Laboratorium Lingkungan Hidup, Henny Dwi Ferita, menjelaskan bahwa air hujan mampu mengendapkan partikel turun, 'tetapi kalau cuacanya panas, akan terjadi pelepasan atom oksigen yan membuat udara menjadi buruk'.

Pernyataan tersebut didukung data yang menunjukkan adanya peningkatan angka kualitas udara layak hirup selama 2010 yang mencapai angka 98,53 persen, naik daripada tahun 2009 yang hanya 91,78 persen. Hal ini disebabkan curah hujan yang lebih banyak turun pada akhir tahun 2010, berbeda dengan tahun 2009 yang lebih didominasi cuaca panas yang menyentuh 37 derajat celcius. Beruntung, Surabaya memiliki banyak pohon pelindung dan taman kota.

Jadi, faktor kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sehat ikut membantu kualitas udara layak hidup tersebut. Alangkah lebih segarnya udara yang kita hirup jika setiap dari kita
mulai peduli dengan linkungan sekitar dengan menanam satu pohon di rumah untuk membantu alam ini sembuh dari penyakitnya. Satu rumah, di setiap sudut kota. Diseluruh permukaan bumi.

Kemudian, aku teringat ucapan Michel Jackson yang mengumpamakan bahwa bumi ini sedang terkena flu, sebuah penyakit yang harus segera diobati sebelum menjadi penyakit yang lebih buruk. Lebih parah, dan mati.

Maka, sebelum semuanya terlambat, let's heal the world!


Rain Rain Glorious Rain, image by intergrativeone.deviantart.com
Rosid Ridho
Rosid Ridho

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

1 comment:

  1. yup bukan hanya menanam pohon kita juga harus bisa dan menjaga lingkungan kita agar tetap bersih dan nyaman...

    ReplyDelete

Web blog ini menerima semua comment, critic, caci maki, umpatan, bahkan penghina`an.
Karena kebebasan berpendapat juga telah di atur dalam undang-undang.