phobia,

Binar cahaya menyeruak kedalam tubuh si wanita lemah di pertengahan usia kehidupanya. Bukan lagi gelap yang ia takutkan, melainkan bayangan yang tercipta dari bentukan sinar yang terhalang benda-benda hitam yang lebih kelam dari pada gelap itu sendiri. Tapi dari kesemuanya, satu hal yang paling ia takutkan adalah bayangan tubuh kepemilikannya sendiri. Tubuh lemah rawan penyakit yang terus ia terima sejak proses alam membentuknya hingga akhirnya tuhan berkenan memberikannya kehidupan. Kehidupan yang telah menyiksa jiwa serta raga.

Bukan. Dia sedang tidak mengutuk nasib atau menghujat takdir atas ketakutan pada hidup. Hanya saja, ia belum memahami arti atau tujuan penciptaan tubuh lemahnya. Karena dengan tubuh lemah itu dia tak kuasa berbuat banyak untuk mencari atau menciptakan kebahagiaan bagi orang-orang terkasih yang telah membantunya.

Keluarga, teman, kerabat, dan entah berapa banyak manusia yang membantunya untuk hidup. Tapi untuk apa? Sementara ia sendiri tak mampu merasakan kebahagiaan. Atau, sampai kapan ia akan terus menerima bantuan itu? Sementara ia terus merasa menjadi orang yang tak mampu berbuat apapun. Menjadi tidak berguna.

Hingga ia semakin muak dengan semuanya, karna dia terus berfikir apa guna penciptaan tubuhnya jika tak mampu berbuat apapun, untuk siapapun. Termasuk dirinya sendiri.

Hingga ia berfikir untuk mengakhiri ketakutan itu. Phobia kehidupan yang hanya bisa hilang dengan menciptakan akhir dari kehidupan itu sendiri, menciptakan kematian.


-end



Soerabaya, awal juni 2010
Semoga hilang phobia kehidupan ku...,,




photoname, image by arieszg
Rosid Ridho
Rosid Ridho

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

7 comments:

  1. Kematian bukan jalan untuk menyelesaikan masalah...endinge wayahe di benakne do...[sugank]

    ReplyDelete
  2. jarno, gank.....,,
    aku seneng ngunu kok....,, ;p

    ReplyDelete
  3. kurang rek, masukan;
    a. membuat perjuangan sang teman, saodara sia2
    b. sang tokoh mati dengan ego dan rasa bersalah

    ReplyDelete
  4. jangan donkkkkkkkkk, durung ketemu anak'e kok mati seeeeeeeeeeeeeee ;))

    hay hay thanks ya udah dateng, maaf telat

    ReplyDelete
  5. bacanya jadi gimana gitu, berarti sebuah kegagaLan daLam menyeLesaikan sebuah masaLah. karena kurang mampunya daLam bersyukur akan apa yang teLah di dapat, baik dari sisi kekurangan maupun keLebihan.

    ReplyDelete
  6. phobia kehidupan... ah... banyak keindahan yang bisa kau dapat ketika kau mensyukurinya >,<

    ReplyDelete
  7. @ eLLy; ga kepikiran kesitunya sayank....,,
    tulisan ntu cuman keluar dari otak gitu aja denger cerita eLLy semalem....,, :D

    @ nuel; anak aja blom bikin kok....,, :p

    @ om rame & inge; semoga 'si aku' bisa baca comment kalian...,, hehe...,,

    ReplyDelete

Web blog ini menerima semua comment, critic, caci maki, umpatan, bahkan penghina`an.
Karena kebebasan berpendapat juga telah di atur dalam undang-undang.