Bermegahan itu ujian

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

أَلْهَٮٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ ﴿١﴾ حَتَّىٰ زُرْتُمُ ٱلْمَقَابِرَ ﴿٢﴾ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ ﴿٣﴾
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ ﴿٤﴾ كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ ٱلْيَقِينِ ﴿٥﴾
لَتَرَوُنَّ ٱلْجَحِيمَ ﴿٦﴾ ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ ﴿٧﴾
ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ (٨


Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainulyaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).(QS. 102)



Pagi ini nyimpen kumupulan hadist digital dari sini. Entah, jangan tanya aku kenapa sampe kepikiran nyimpen file chm itu!

Setelah mbuka and mbaca beberapa Hadist di bab 'Kitab Iman' dari Ringkasan Shahih Bukhari, aku kepengen nyari reference dari ayat yang ada di bagian atasnya. Kumpulan surat² Al Qur`an yg juga ada di situ. Tapi entah kenapa sempet salah klik and Surat At Takaatsur itu keluar. Waktu mo nerusin nyari malah ga jadi and spontan baca ayatnya.

Mata udah ga enak waktu ngebatin baca dalem hati suratnya, kek ada getaran di dalem hati and pengen nangis aja. Ada apa? Apakah ini sindiran dari apa yang udah aku lupain pada tahun² terakhirku berada di sini?

God...

Selama di sini, aku dipuja kemudahan hidup yang telah melupakanku padanya. Hidup hanya berkutat dengan masalah dunia tak ada akhir, seolah aku akan terus hidup selamanya. Menikmatinya mengalir begitu saja hingga tak pernah menyentuh batinku.

Dalam tangisku itu aku benar² di tampar, tersadar bahwa semua nikmat ini hanyalah cobaan. Kemegahan semu yang terus aku candu dalam layar memuakkan. Ach, sepertinya manusia bodoh ini hanya bisa mengartikannya sebagai pemberian. Sembari terus bermegah megahan selagi mampu. Tolol...

Rosid Ridho
Rosid Ridho

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

7 comments:

  1. taubatlah, nak..
    [hehe, juz ding2 koq ;)]

    ReplyDelete
  2. @ Ratna: kenapa, na?

    @ Irfan: Thanks mas... :)

    @ Dhita: Susah tobat, nech... :))

    ReplyDelete
  3. r1d0....
    makasih banget ya
    kamu udah posting ini

    Ya Allah
    ampunilah dosa-dosaku

    ReplyDelete
  4. oh ya
    makasih juga Hadist digitalnya
    aku donlot

    ReplyDelete
  5. ie, sama² nu... :)
    ntu juga dapet dari orang laen kok... :D

    ReplyDelete

Web blog ini menerima semua comment, critic, caci maki, umpatan, bahkan penghina`an.
Karena kebebasan berpendapat juga telah di atur dalam undang-undang.