ego-ku dan mereka

Di antara sekian banyak manusia,
juga cahaya silau di antara ruang
penuh sesak suara mereka... .
Aku segera menghilang.

Bersama puluhan pejalan kaki
dengan deru suara langakah
seolah mereka tak mau mengalah
saling mendahaului... ,
tiba² ingin berhenti.

Berdiri diam berteman tiang
sebagai sandaran jiwa. Nikmatnya... .

Mata hanya nikmati jiwa
tergesa-gesa mencari nikmat dunia..
Ah, biarkan saja mereka.
Biar kunikmati duniaku.

Telinga melihat gelombang
dari bibir yang tak henti bicara..
Berkata apa mereka?
Ah, bukan urusanku.



Soerabaya, awal Desember 2008
'tempat ini' mulai di huni oleh ego,,,




egoisme, image from argusoog.punt.nl
Rosid Ridho
Rosid Ridho

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

7 comments:

  1. Di jalanan juga keliatan egoisnya, saling serobot2an motor dan lampu merah... :D

    ReplyDelete
  2. wah aneh
    telinga melihat gelombang...
    kekeke :))

    ReplyDelete
  3. GB nya mana sich?? kog ga nemu²..hiks...

    ReplyDelete
  4. @ adit-nya niez: hiya, keknya ga da yg peduli lagi ma pegendara laen... :P

    @ ekohm: khan menangkap gelombang... :P
    biar rada aneh gituuu... :D

    @ Ratna: ntu ada di menu, ngapain di cari di sini.... :P

    ReplyDelete
  5. ah sy sebagai pemakai jalan... ngak punya motor soalnya... (doh) kita harus diperhatikan dong :D hehehe

    ReplyDelete
  6. Ah, bukan urusanku.

    begitulah isi baris terakhir

    ReplyDelete
  7. @ cak aRul: benul, apalagi dengan banyaknya pkl liar itu, hehe...

    @ adi: memang begitulah kakak...^^

    ReplyDelete

Web blog ini menerima semua comment, critic, caci maki, umpatan, bahkan penghina`an.
Karena kebebasan berpendapat juga telah di atur dalam undang-undang.