Friend or Contact

Teman, rasanya ada yang kurang kalo menelusuri dunia tanpa kata itu. Both dunia nyata atau dunia entah berantah ini, entah bagaimana warna blog dunia tanpa mereka. Yang ada dipikiranku sekarang juga kek gitu, bagaimana duniaku tanpa teman.

Awalnya ketika blogwalking dari comment seseorang di postingan sebelumnya, kemudian stuck di salah satu blog yang ga ada comment. Setelah selesai mencoret comment, kepengen berpindah ke daftar teman yg ada di sidebar-nya. Tapi tidak ada, nyari daftar commented list juga. Akhirnya terpaksa pencet tombol back di firefox. Dalam perjalan pulang itu bahasanyaaahh.. aku sempet kepikiran, kok bisa ya?

Memang, dari yang pernah aku baca di wikipedia, ada beberapa blog yang memang di buat untuk kepuasan penulisnya sendiri. Perkara ada orang baca atau tidak pun ngga masalah, ini masalah kepuasan batin.

Teman di blog, mmm,, hubungan yang berlanjut ke dunia nyata, atau sekedar teman ngobrol lewat Y!M, atau setidaknya menjadi contact di facebook? Mm,, contact.. Hanya berfungsi sebagai contact aja? atau ada minat di dalamnya untuk saling belajar dan berbagi melaluinya?* Wach, sepertinya akan luas penjabarannya.

Contact, friend, online buddy, entah kata apa lagi yang bisa kamu berikan untuk sebuah hubungan pertemanan. Apakah nantinya juga sama dengan tingkat kedekatan diantara tiap kata yang mewakilinya? Hmm.. Siapa yang anda pilih untuk masuk di dalam link friendlist blogspot, atau avatar yang anda lihat di Y!M, atau puluhan ID di dalam table multiply, serta ratusan foto friend di Facebook, apa lagi?! Atau pertanyaan selanjutnya, berapa banyak lagi??

Entah gimana menurut mereka, kalo menurutku sich kuntitas ga menjamin kualitas pertemanan yang ada. Seberapa banyak contact yang mereka kumpulkan kalau toh akhirnya ga ada feedback yg bagus untuk apa? Semisal cuman ngajak tukeran link buat ningkatin traffic ato PR mereka, ato cuman mau di kunjungi tapi ga ada balesan? hehe.. sorry aja dech...

Salut juga untuk mereka yang mau membagi sedikit kata setelah membaca tulisan² di diary online, sebagai wujud empati yang mereka berikan. Lalu bisa timbul kedekatan yang membangun diantaranya, memberi masukan, semangat, atau sekedar canda. Wew, menyenangkan.

Dan kemudian timbul rasa suka? Sayang, kemudian semakin intim? Kenapa tidak?! Beberapa teman telah membuktikannya, gila..!! mereka jadian?!! Bahkan jarak yang memisahkan tak tanggung². Benua...!!! Iya sich, pernah denger jg sampe ada yg menikah, tapi ntu kan cuman deket² aja. Palingan sekitaran matraman ato sekitar jakarta gitu dech. Malahan inget seorang teman blogger curhat lewat Y!M kemaren malem. Dia takut menjalin hubungan dengan seorang teman lainya hanya karna masalah jarak?! Hehehee,, ga ikutan dech, ga pernah ngejalani juga soalnya...

Hah, dunia entah berantah. Entah bagaimana hubungan pertemanan ini terjalin. Bingung, sama bingungnya kek sekarang. Waktu nyadar aku dah ngetik sebanyak ini..?!! Ngyahaha....

Teman online,,, menurut kamo?



hold-on-to-friendship, image on emeld.wordpress.com
Rosid Ridho
Rosid Ridho

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

3 comments:

  1. numpang nyampah ya doooooo...hehehehe

    walaupun dipecat, ngeblog jalan terusssssssss
    tapi masalahnya
    pas aku mo update blog, hostinganku lagi down :(( alamakkkkkkkk. g jadi posting neh,

    Online friends???why not???

    ReplyDelete
  2. Ehm ehm... Karena blog kami berdua bertemu loh, dan ada rencana menikah pula. Jakarta-Semarang... :D

    Oh ya, kalo saya sih ngeblog buat menyampaikan sesuatu hal yang menurut saya penting untuk disampaikan. Disitu menurut saya letak "pertemanan".

    ReplyDelete
  3. @ Sugank: palingan dudu hostingane sing down.. warnet-e sing ga beres iku.. :))

    @ adit&nies: wach, contoh asli dari tulisanku dateng berkunjung.. makasih loh...

    menulis untuk berbagi sesama teman? begitukah.. :D

    ReplyDelete

Web blog ini menerima semua comment, critic, caci maki, umpatan, bahkan penghina`an.
Karena kebebasan berpendapat juga telah di atur dalam undang-undang.