gathering

click to enlarge

Kosong, seperti pikiran yg mengembara entah kemana. Sepertinya otakku tak berada pada tempatnya. Entah karna apa...




2 tab bar masih berputar me-loading halaman dunia maya, sedangkan yang satunya tetap kujejali kata demi kata yang aku sendiri tak mengerti harus bagaimana menulisnya. Beberapa orang dihalaman lain itu masih terus berdiskusi di sebuah Private Massage di multiply, mempersiapkan pertemuan dengan maksud memindahkan ruang bercanda didunia nyata. Karna seperti biasanya, kami sering bercanda di dunia maya. Internet, sebutan untuk dunia maya itu. Aku mundur, meninggalkan rembug gawe di halaman itu dan terus menjejali halamanku. Sepertinya, aku akan benar² mundur dari pertemuan mereka itu.

Sebenarnya, pertemuan itu telah dirembug jauh hari. Sekitar satu bulan yang lalu, seorang online buddy dari negara tetangga mengusulkan sebuah pertemuan di Jogja. Tempat ini diambil menurut pertimbangan mereka, karna jogja berada di tengah pulau jawa jadi lebih deket kalo dateng dari mana aja. Aku jg menyetujuinya, kala itu.

Tapi sekarang, ketika telah mendekati harinya, berada tepat pada sebuah pilihan ketika keadaanku terpuruk. Dengan sakit, dan tubuh yg tetap kupaksa untuk bekerja, sepertinya akan sulit untuk menjelaskan pada mereka. Mengenai pilihan yg kuambil untuk tidak datang ke pertemuan itu, ah sepertinya tak akan mudah.

Sebenarnya, tubuh masih bisa kupaksa untuk melalui perjalanan dari Surabaya - Jogja. Ya, aku yakin masih bisa. Hanya saja, ada hal yg lebih memalukan dari itu. Dompet dan isinya, dalam kata lainnya adalah uang. Tak dapat kupungkiri lagi, keuanganku setelah pulang dari Solo kemaren masih belum bisa kuperbaiki. Ditambah rencana ibu mengunjungi cucunya di Jakarta membuatku urung mengungkap niatku meminta aliran dana untuk pembayaran kuliah. Alhasil mengorek tabungan menjadi pilihan terakhir yg kupunya. Agh, biarkan saja. Semoga ilmu ini akan bermanfaat suatu hari kelak.

"dear, kok diem?" sbuah kotak muncul menyapa, sesorang mengajakku berbincang di yahoo messenger. Meski statusku invisible, sepertinya dia telah hafal kalo pagi dini hari aku biasa terjaga.
"hehe... lagi sariawan..."
"kenapa?"
"apanya?"
"ga jadi gathering ke jogja?"
"oh, ga pa²..."

kemudian terdiam, cukup lama.

"sorry, dc. m3 error. so?"
"so?"
"knp ga ikut?"
"mmm... ntar dech gw posting.. gw jelasin"
"eh, lo tau dari mana gw ga ikut?"
"di PM empe tadi lo blg g jd ikut.."
"ia gitu? mang gw dah bilang kalo ga jadi ikut?" segera kubuka halaman dimana mereka tengah berembug barusan... tepatnya PM seorang teman di multiply. Membaca smua reply yg sempet mengejutkanku. Ternyata memang benar, tadi sempet keceplosan bilang kalo aku ga bisa datang. Berbagai macam tanggapan, tapi sebenere biasa aja. Toh beberapa teman jg ga jadi ikut. Atau perasaan tadi hanya sebatas rasa takutku saja? Merasa takut teman²ku kecewa karna ke-tidak-ikut-sertaan-ku.

Ah, semoga saja mereka mengerti...


Menjelang tanggal 12 October 2008,
kepada keluarga kalong
bolehkah saya mengucap maaf?

Rosid Ridho
Rosid Ridho

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

4 comments:

  1. @bolehkah saya mengucap maaf?
    ~:boleh laaa.. kalo waktunya bersamaan dengan halal bihalal mpers solo, aku juga ga jadi ikut kopdar keluarga kalongs.. hiks.. T_T

    ReplyDelete
  2. loh, katanya bisa ikutan yg di jogja ko?

    ReplyDelete

Web blog ini menerima semua comment, critic, caci maki, umpatan, bahkan penghina`an.
Karena kebebasan berpendapat juga telah di atur dalam undang-undang.