rokok dan kopi

terdengar dua suara dari ruang kerja
dua teman sedang saling bertanya
"kenapa kau masih tergeletak di sini sendiri?"
"kau sendiri mengapa dari kemarin belum di cuci?"

yang awal bertanya belum mendapat jawab
sedangkan yang kedua mulai berfikir dan juga mencari sebab
mereka termenung.
dan..

"aku tahu...!!!" nada tinggi menggema bersama.
"aku dulu..!!"
"baiklah, giliranmu."
"aku tergeletak di sini karna dia belum membakarku."
"kalau begitu sama, dia juga belum meminumku."

"hah, sama aja..."
"mungkin dia sedang sakit?"
"kau yang membuatnya sakit!"
"tidak, malah kau yang meracuni jantung dan paru!"
"bukannya racunmu yang membuatnya susah tidur dan istirahat!!"
"Tidak, itu salah! Karna racunku telah menetralisir racunmu!"
"Oh, terima kasih."
mereka terdiam dan saling bungkam.

"Berarti racunmu masih tertinggal di tubuhnya, khan?!"
"Bodoh! Tentu saja larut bersama racunmu!"
"Oh, begitu?"
dan mereka terdiam dalam bungkam

"Jangan menyebutku bodoh!"
"Memang seperti itu, dan aku selalu meredam bara amarahmu!"
"Oh, terima kasih. Tapi, aku tak mau kata bodoh"
"Kita ganti saja. Tolol?"
"Iya, itu terdengar seperti namaku dengan dua lubang"
"Ahahahahaa... kau memang..."
"Eh, dia datang.."

"Hah?! kalian masih ada di sini?"
"Dan kalian memang teman sejati yang selalu menamani."
"Tak seperti gadis yang kukira akan setia hingga mati..."

dan mulai terbakar ujungnya
setelah meneguk cairan dalam cangkir hingga setengahnya...

rokok dan kopi,
seperti teman yang saling melengkapi...
Rosid Ridho
Rosid Ridho

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

2 comments:

Web blog ini menerima semua comment, critic, caci maki, umpatan, bahkan penghina`an.
Karena kebebasan berpendapat juga telah di atur dalam undang-undang.